Rika Parlina S.H Aktivis Perempuan Dan Anak Kecewa THM Lepas Tangan Dari Remaja Putri Yang OD
Pekanbaru(tindaktegas.com) - Germas PPA melakukan pemantauan Tempat Hiburan Malam yang ada di kota Pekanbaru.Pemantauan ini dilakukan atas adanya dugaan pelanggaran pembatasan usia dari Tempat Hiburan malam(THM) .Banyak THM demi mengejar keuntungan malah membiarkan anak usia dini(dibawah umur) dan remaja bebas keluar masuk hiburan malam.Bahkan para remaja ini dibiarkan bebas mengkonsumsi miras dan obat terlarang.
Salah satu lokasi yang ditinjau dan didatangi adalah Mall Pekanbaru.Germas PPA mendatangi MP pada pukul 02.00 dini hari.Dilokasi tersebut Germas PPA melihat secara langsung beberapa anak anak melakukan hal hal yang tak pantas dan melanggar hukum.Diantara anak anak tersebut terlihat bercumbu mesra dengan bukan pasangan Syah atau pacarnya,mabuk mabukan bahkan mengkonsumsi narkoba.Pengelola MP seperti memberikan ruang dan tempat bagi anak dibawah umur untuk melakukan hal hal menyimpang seperti laporan yang di terima Germas PPA.Bahkan saat pemantau Germas PPA juga mendapati seorang remaja putri tidak sadarkan diri atau diduga Over Dosis dibawa keluar lokasi THM.
Menurut Rika Parlina S.H dari Germas PPA menyampaikan bahwa kedatangannya ke THM adalah menindaklanjuti dari banyaknya aduan yang diterima Germas PPA soal banyakan anak yang bebas keluar masuk THM.Bahkan dalam aduan tersebut juga dikeluhkan adanya kelakuan yang tak pantas telah terjadi di THM.Guna menindaklanjuti aduan tersebut Germas PPA coba mendatangi beberapa THM,salah satunya MP yang terletak di jalan Sudirman Kota Pekanbaru.
"Germas PPA setiap hari selalu menerima aduan dari masyarakat soal THM melanggar aturan membiarkan anak dibawah umur masuk kelokasi.Bahkan dalam aduan juga disampaikan beberapa hal hal melanggar hukum dan tak pantas terjadi disana.Penyimpangan ini tentu akan merusak mental dan moral anak anak di kota Pekanbaru.Semua bisa terjadi karena pengelola cuma memikirkan keuntungan belaka dan juga pembiaran dari pihak pemko Pekanbaru tanpa menegakan aturan secara tegas,"ujar Rika Parlina.
"Salah satu lokasi yang didatangi adalah Mall Pekanbaru.Disana kami mendapati kondisi yang sangat miris dan menyayat hati.Begitu banyak anak anak dibawah umur masih hilir mudik didalam Tempat Hiburan Malam.Mereka masih saja berada disana padahal jam sudah menunjukkan dini hari.Mereka seperti larut dalam suasana yang tak pantas di lihat atau dinikmati oleh anak anak usia pelajar."lanjut Rika Parlina
Kunjungan Germas PPA seperti membuka mata betapa bobroknya kota Pekanbaru dalam menjadikan kota Layak anak.Mental dan moral anak seperti dibiarkan rusak oleh penerapan aturan yang longgar.Bahkan anak dibawah umur dibiarkan larut dalam penyalahgunaan narkoba.
"Saat berada di lokasi, kami melihat secara langsung adanya sejumlah anak yang diduga masih di bawah umur berada di dalam tempat hiburan tersebut. Beberapa di antaranya terlihat sedang bermesraan bersama pasangannya dalam kondisi yang diduga dipengaruhi oleh minuman keras.Jika usia begini sudah dibiarkan dalam kondisi rusak mental bagaimana nasib anak-anak ini kedepannya.Bagaimana nasib bangsa ini jika moral generasi muda sudah rusak."urai Rika Parlina.
."Bahkan kondisi lebih miris juga ditemukan disana.Dimana pada pukul 03.00 WIB,saat Germas PPA hendak meninggalkan lokasi MP,ada petugas keamanan (security) mendorong kursi roda.Dimana di atasnya terdapat seorang anak berusia 19 tahun dalam kondisi tidak sadarkan diri.Dari tanda tanda yang terlihat,diduga remaja tersebut Over Dosis.Security tersebut hanya mengantarkan hingga area lobi atau dengan kata lain sekuriti cuma ingin remaja OD tersebur keluar dari lokasi THM.Setelah itu, korban digotong oleh teman-temannya menuju area parkir,"terang Rika Parlina
Setelah dibawa keluar,korban dibawa oleh 3 orang temannya(satu perempuan dan dua laki laki).Melihat kondisi temannya, ketiga orang ini bermaksud membawa korban ke sebuah hotel.Usia yang masih mentah membuat mereka tak tahu harus berbuat apa selain membawa korban ke Hotel.Padahal kondisi ini begitu kritis.Saat itu kami melihat kondisi korban yang tidak sadarkan diri dan merasa khawatir terhadap keselamatannya, kami memutuskan untuk menahan dan mencegah korban dibawa ke hotel oleh teman temannya.Penanganan medis adalah langkah terbaik untuk selamatkan nyawanya."ucap Rika Parlina
"Germas PPA lalu mengambil tindakan untuk membawa korban ke RSUD guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang maksimal.Saat dibawa ke rumah sakit, kondisi wajah dan mulut korban sudah terlihat membiru dan mengeluarkan busa.Diduga hal ini karena OD.Setelah mendapatkan penanganan korbanpun mulai menunjukkan tanda tanda membaik.Saat itu korban muntah sampai muntah hijau keluar.Tak lama berselang korban lemas dan kami biarkan istirahat untuk pemulihan.Lalu jam 6 korban sudah mulai sadar.Setelah sadar korban kemudian kami bawa ke rumah untuk beristirahat dan memastikan kondisinya terlebih dahulu."
"Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi kami dari GERMAS PPA, khususnya terkait perlindungan anak dan pencegahan anak di bawah umur masuk ke tempat hiburan malam serta potensi penyalahgunaan minuman keras maupun obat-obatan Tanpa kepedulian semua pihak maka nasib anak anak tak akan bisa diselamatkan,"pungkas Rika Parlina
Amrizal




