BTM Gelar “Green Activist Goes to School” di SMA 19 Pekanbaru, Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan
PEKANBARU(tindaktegas.com) — Barisan Tampar Marsipagodangan (BTM) melalui program *“Green Activist Goes to School” melaksanakan kegiatan edukasi dan aksi peduli lingkungan di *SMA Negeri 19 Pekanbaru*, Kamis, 3 September 2026.
barisan tampar marsipagodangan(BTM) terdiri dari mantan mantan aktivis Riau.Di dalam BTM ada presma unri , ada mantan ketua pkc pmii provinsi riau dan ketua paguyuban
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BTM dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Tidak hanya melalui edukasi, kegiatan juga diisi dengan aksi nyata berupa penanaman dan penghijauan lingkungan sekolah.
Ketua BTM, Muhammad Rustam ,SH, mengatakan bahwa kegiatan Green Activist Goes to School merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan sekaligus sarana mencerdaskan generasi bangsa.
“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Melalui sekolah, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Muhammad Rustam.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan karena menjadi ruang pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Pihak *SMA Negeri 19 Pekanbaru* juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala sekolah bapak Agusmir, M.Pd menyampaikan apresiasi atas inisiatif BTM yang melibatkan pelajar dalam kegiatan lingkungan secara langsung.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi siswa. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk belajar menjaga dan merawat lingkungan sekolah,” ungkap Kepala SMA Negeri 19 Pekanbaru.
Senada dengan pihak sekolah, *Ketua OSIS SMA Negeri 19 Pekanbaru* turut menyambut positif kegiatan Green Activist Goes to School. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam aksi penanaman dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan *penanaman pohon dan penghijauan lingkungan sekolah* yang melibatkan BTM, pihak sekolah, serta para siswa. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, dan nyaman.
BTM berharap program Green Activist Goes to School dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah dan menjadi gerakan bersama dalam membangun kesadaran lingkungan.
Membangun kepedulian lingkungan berarti membangun masa depan. Dari sekolah, kita mencerdaskan generasi bangsa sekaligus menanamkan kepedulian untuk menjaga bumi, menjadi semangat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Amrizal




